Refly Harun Skakmat Presiden: Diamnya Jokowi Soal Ijazah Dianggap 'Sengaja' Adu Domba Rakyat?

AKURAT BANTEN – Isu mengenai keaslian ijazah Presiden Joko Widodo kembali menyeruak ke permukaan dan menjadi perbincangan hangat di ruang publik.
Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun, memberikan komentar yang menohok terkait sikap diam yang diambil oleh pihak Istana.
Refly menilai, polemik yang tak kunjung usai ini bukan sekadar masalah administratif, melainkan sudah menjurus pada pembelahan opini di masyarakat yang mengkhawatirkan.
Bola Salju yang Sengaja Dibiarkan?
Menurut Refly Harun, Presiden Jokowi sebenarnya memiliki kunci sederhana untuk menghentikan segala kegaduhan ini.
Namun, ketidakmauan untuk melakukan klarifikasi yang tuntas memicu spekulasi bahwa ada pembiaran terhadap konflik informasi di tingkat akar rumput.
Kenapa Presiden membiarkan anak bangsa berkelahi dan saling serang hanya untuk membuktikan sesuatu yang sebenarnya mudah diverifikasi? Ini seolah-olah membiarkan rakyat saling adu domba dalam ketidakpastian, ujar Refly Harun dalam kanal digitalnya.
Mengapa Sikap Diam Menjadi Masalah?
Dalam kacamata hukum dan etika publik, Refly menjelaskan bahwa seorang pemimpin memiliki kewajiban untuk menjaga stabilitas dan kepercayaan masyarakat.
Ketika sebuah isu menyangkut kredibilitas personal pemimpin tertinggi, diam bukanlah emas.
Polarisasi Meningkat: Pendukung dan pengkritik saling hantam di media sosial tanpa basis data yang final.
Krisis Kepercayaan: Ketidakjelasan informasi melemahkan wibawa institusi kepresidenan.
Edukasi Politik yang Buruk: Publik disuguhi drama perdebatan dokumen daripada adu gagasan pembangunan.
Baca Juga: Telepon Refly Harun Diabaikan? Sosok Habiburokhman Mendadak Jadi Sorotan
"Skakmat" untuk Transparansi Istana
Refly menegaskan bahwa dalam sistem demokrasi yang sehat, transparansi adalah harga mati.
Ia menganggap "skakmat" bagi pemerintah adalah ketika publik mulai merasa bahwa keributan ini sengaja dipelihara sebagai pengalihan isu atau sekadar bentuk pengabaian terhadap aspirasi kelompok yang skeptis.
Cukup tunjukkan dokumen aslinya, lakukan verifikasi terbuka, dan selesai. Jika itu tidak dilakukan, jangan salahkan jika publik berasumsi ada sesuatu yang sedang disembunyikan, tegasnya.
Baca Juga: Polemik Baru Ijazah Jokowi, Refly Harun Bongkar Perbedaan Dokumen dari KPU dan Bareskrim
Menanti Titik Terang
Hingga saat ini, pihak Istana melalui beberapa staf ahlinya menyatakan bahwa ijazah Presiden adalah asli dan sudah terverifikasi oleh pihak universitas.
Namun, bagi pengamat seperti Refly Harun, pembuktian secara hukum dan fisik di depan publik secara transparan adalah satu-satunya cara untuk membungkam keraguan secara permanen.
Apakah drama ijazah ini akan berakhir dengan rekonsiliasi informasi, atau justru tetap menjadi "bola liar" yang terus memanaskan suhu politik nasional? Hanya transparansi yang bisa menjawabnya.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 2Terungkap Gugatan Surat Kesetaraan Pendidikan Gibran Ternyata Berawal dari Keluhan Calon Murid
- 3Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 4Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 5Belum Mahir Menyetir, Sopir Pickup SPPG Cibaliung 2 Tabrak 3 Relawan Sampai Terkapar
- 6Terungkap Dokumen Grade 12 Gibran di UTS Insearch Kembali Dipersoalkan, Disebut Bukan Ijazah SMA
- 7Pendidikan Gibran Jadi Sorotan, Agus Yunanto Bongkar Pertanyaan Besar soal SMK Akuntansi
- 8Gibran Digugat ke MK, Palti Hutabarat Tantang Wapres Buka Suara, 'Kini Waktunya Hadapi Semua Tuduhan'
- 9Sengketa Ijazah Gibran di MK Makin Panas, Denny Ungkap 6 Kasus Diskualifikasi dari Negara Lain
- 10Said Didu Peringatkan Prabowo soal Istana, 'Menteri Tak Sejalan Oligarki Bisa Tersandung?'








